ultrapelangi

another side of Sketsa

Lip Service

“Oke deh ntar gue bantuin, gampang!”
“kalo ada apa2 bilang saja, pasti gue bantuin”

Kadang gampang saja kita ngomongnya, gampang saja ngasih Lip Service atau Basa-basi ke orang,
 lidah emang gak bertuan Bray..eh gak bertulang :3

Padahal Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf :18)

Mungkin sebenarnya maksud kita mau menunjukkan good manner, tapi kalo gak bisa di penuhi, ato gak bisa janji, apalagi ga ada setitik pun kesungguhan disana, mending gak usah. meskipun pake embel-embel InsyaAllah.
Saya tidak sepakat jika ‘InsyaAllah’ ini di jadikan kambing hitam jika kita tidak bisa memenuhi ucapan Lip Service tadi. Karena kalo sudah bawa-bawa ‘InsyaAllah’ itu saya menangkap kesan bahwa kita percaya Allah mencatat Lip Service tadi,dan kita sudah Lip Service dua arah, gak hanya ke orang yang kita kasih basa-basi, tapi juga ke Allah.

Wallahu a’lam 

celoteh Sketsa di awal Mei (^w^)/

Buku saya : Segera terbit

cover

Jalan dan cinta? Apa itu? Apa hubungannya?
Tahukah kamu bahwa jalan punya banyak cerita cinta? Mulai dari cinta yang cengeng, mengharukan, mendebarkan, menginspirasi, yang bikin marah, sampai yang mengerikan. Andai jalan-jalan itu adalah makhluk hidup, dia pasti sudah bercerita banyak. Banyaaaaak sekali. Lebih banyak dari umurmu barangkali. Cerita tentang orang-orang yang melintas di atasnya. Kisah-kisah yang pernah terjadi di atasnya,cerita ketemu jodoh di jalan, cerita patah hati di jalan, cerita cinta orang tua dan anak, sahabat, saudara, cerita cinta beragam profesi, jalan merekam cerita cinta mereka setiap hari, seolah jalan adalah penghasil cerita yang tiada pernah habis.
Mungkin kamu pernah bertemu dengan salah satunya atau bahkan semua cerita itu? Buku ini ada untuk bercerita tentang cerita-cerita cinta yang terserak di jalan-jalan, yang mungkin biasa kamu lewati dan tidak kamu gubris. Barangkali diantaranya ada ceritamu?

 

Jangan kangen sama saya ._.

._.

fufufufu
  • jangan mau pacaran sama saya

-why?

  • karena saya tidak mau pacaran

-why?

  • Ugh -_-‘

-apa yang kurang dari saya?

  • kerana saya mau nikah ma dia
-._.

#yihaaa

  • Jangan kangen sama saya

-why?

  • karena itu buang waktumu

-gak kok

  • karena itu buang energi

-saya rela kok

  • karena saya ga bakal kangen balik kamu

-why?

  • karena saya mau nikah ama dia

-._.
#yihaaa

Tulisan geJe.. ga penting ._.a

Batu

Dua orang buruh bangunan berada di lokasi proyek.

Yang satu berada di puncak sedang melakukan pengecoran. Yang satunya lagi tidak jauh berada di bawahnya. Yang di puncak kekurangan semen sehingga dia perlu menginformasikan yang di bawah untuk membawakan adonan semen ke atas.

Buruh pertama mencoba berteriak pada buruh kedua. Tapi buruh kedua tidak mendengar. Mungkin suasana terlalu bising untuk mendengar.

Buruh pertama berteriak lebih keras lagi. Nihil

Buruh Pertama melempar kerikil.

Tuk! kena helm.

Tak! ada reaksi

Tuk! kena bahu.

Masih tak bergeming

Tuk! Kena sepatu

Nihil

Buruh pertama bingung, nyaris habis akal. Di sakunya ada 2 uang koin 5ratusan dan 2 lembar seribuan kertas.

Koin 5 ratusannya di lemparnya ke bawah kea rah buruh kedua.

Tuing!

Buruh kedua memungut koin 5ratus yang jatuh di depannya.

“Alhamduliillah Rejeki nih,lumayan bia nambahin beli rokok sebatang” kata buruh kedua sambil memasukkan koin 5ratus ke sakunya tanpa pikir panjang.

Buruh pertama  sempat kecewa. Berikutnya buruh pertama membungkus uang koin 5ratusan dengan lembar seribuannya. Lalu menjatuhkannya lagi.

“Wah rejeki lagi nih, lumayan bisa beli 2batang rokok” buruh kedua kembali memasukan uang yang di jatuhkan tanpa pikir panjang.

Buruh pertama jadi Bete. Lalu menatap sekelilingnya, ada batu yang cukup besar muat dengan genggaman tangan. Buruh pertama berniat menjatuhkan batu ini. Toh buruh kedua pake helm proyek jadi kepalanya bakal aman.

Di jatuhkanlah batu ini

Tuiing. Bluk. Kena bahu!

“Wadau! Siapa neh yang jatuhi batu” Akhirnya buruh kedua menoleh ke atas. Buruh pertama pun nyengir melambai.😀

Allah terkadang menggunakan cobaan-cobaan ringan berupa batu-batu kecil serta kenikmatan-kenikmatan kecil seharga koin 5ratus dan selembar seribuan untuk membuat kita menengadah kepadanya. Bahkan melimpahi kita banyak rahmat, tapi tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadanya. Karena itu pada titik tertentu Allah akan menurunkan cobaan setara batu yang cukup besar agar kita mengingatnya. Jangan sampai kita menjadi hamba seperti buruh kedua dalam cerita ini, jangan sampai batu-batu kecil serta rahmat membuat kita tidak cukup untuk melihat-Nya. Jangan sampai batu besar datang baru kita tersadar betapa bodohnya kita.

Wallahu a’lam.

Selamat menjalani hari..😀 semoga kita senantiasa menjadi orang yang bersyukur

menjadi lebih baik dari kemarin

Penat

Jika kamu penat dengan urusan dunia

Coba berwudhu, trus mojok buat tilawah sejenak

😀

Post Navigation